Status Harta Pemberian Orangtua

dalah sudah bernama anaknya, apakah jika terjadi perceraian termsuk dalam harta gono gini? Karena tidak ada bukti tertulis jika itu harta waris, dan hanya sebatas dari tetangga sekitar yang mengetahui jika bangunan rumh tersebut beserta tanahnya adalah pemberian orangtua. Demikian pertanyaan saya dan mohon jawabannya. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum

Abu-Surabaya

Wa’alaiakum Salam Warahmatullah

Tanah dan bangunan rumah hasil pemberian orangtua sebelum menikah adalah murni milik anaknya  dan bukan harta gono-gini, baik menurut Undang-Undang Perkawinan, maupun menurut Syariat Islam.

Jika pengurusannya setelah pernikahan, tetap saja bukan termasuk harta gono-gini menurut Syariat Islam. Bagaimana menurut Undang-undang Perkawinan? Itu tergantung kepada pembuktian tentang status harta waris dari orangtuanya.

Jika tidak ada, dan selama suami/istri tidak menuntut maka itu adalah hak pemilik rumah tersebut. Maka disini diperlukan seorang suami/istri yang memahami Syariat Islam dan berhati-hati di dalam masalah harta, karena kalau dia memakan harta orang lain yang bukan haknya, nanti akan dipertanggung jawabkan di depan Allah pada hari kiamat.

Yang jelas, bahwa harta itu murni milik anak yang mendapatkan warisan dan bukan harta gono-gini yang harus dibagi antara suami dan istri. Wallahu A’lam.* (Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA)

Untuk melihat lebih jauh tentang harta gono-gini dalam Islam

Last modified on 09/07/2017

Share this article

About Author

Hadi Al Maqdisi

Seorang Pemuda yang siap berjuang untuk Al Maqdisi dan Kemerdekaan Bangsa Palestina

Website: almaqdisi.com
Login to post comments